Cara efektif mengatur piutang agar arus kas bisnis UMKM tetap lancar. Piutang yang tertagih tepat waktu adalah kunci keberhasilan usaha.
Piutang adalah uang yang belum diterima dari pelanggan yang sudah membeli produk atau jasa Anda secara kredit. Meskipun terlihat seperti aset, piutang yang tertunggak bisa menjadi masalah serius bagi arus kas bisnis.
Mengapa Piutang Perlu Dikelola?
Piutang yang menumpuk berarti uang Anda "tertahan" di pelanggan. Anda tetap harus membayar gaji karyawan, membeli bahan baku, dan membayar sewa, meskipun pembayaran dari pelanggan belum datang. Kondisi inilah yang sering menyebabkan UMKM gulung tikar meskipun dari sisi penjualan tampak baik.
Strategi Mengelola Piutang
Pertama, buat kebijakan kredit yang jelas. Tetapkan batas kredit per pelanggan, misalnya maksimal Rp5 juta dengan tempo pembayaran 30 hari. Jangan memberikan kredit tanpa batas kepada pelanggan manapun.
Kedua, berikan insentif untuk pembayaran lebih awal. Misalnya, berikan diskon 2% jika pelanggan membayar dalam 7 hari. Ini akan mempercepat arus kas masuk.
Ketiga, kirim tagihan secara rutin dan profesional. Buatlah format tagihan yang rapi, cantumkan jatuh tempo, dan kirim 3-5 hari sebelum jatuh tempo. Jangan ragu menghubungi pelanggan yang mendekati jatuh tempo.
Keempat, evaluasi piutang setiap bulan. Buat daftar piutang berdasarkan usia: 0-30 hari, 31-60 hari, 61-90 hari, dan lebih dari 90 hari. Semakin tua piutang, semakin sulit ditagih.
Tips Terakhir
Jangan ragu untuk menolak kredit kepada pelanggan yang sudah sering menunggak. Lebih baik kehilangan satu pelanggan daripada arus kas bisnis Anda terganggu.
Admin Klinik
Penulis — SUFICSUFICSUFIC'Capos;Capos;C
Ditulis pada 21 Juni 2026